Bookmark and Share

5.12.09

Gerakan 9 Desember 2009 Hari Anti Korupsi Sedunia




Tiba-tiba Presiden SBY memberi peringatan akan ada gerakan sosial pada 9 Desember di Jakarta. Gerakan dari sejumlah pihak yang bermotif politik dengan berbalut Hari Antikorupsi Internasional yang jatuh pada hari itu. “Saya juga mendapatkan informasi bahwa 9 Desember akan ada gerakan-gerakan sosial,” kata SBY saat memberikan pengantar dalam rapat paripurna kabinet di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (4/12).

SBY menjelaskan, sebagian dari gerakan itu memang ingin memperingati Hari Antikorupsi Internasional, namun kemudian ada gerakan lain yang menumpangi. “Mungkin saja akan muncul tokoh-tokoh pada 9 Desember, yang selama 5 tahun lalu tidak pernah saya lihat kegigihannya dalam memberantas korupsi mungkin akan tampil. Ya selamat datang kalau memang ingin betul memberantas korupsi bersama-sama. Dengan demikian akan membawa manfaat bagi rakyat,” ujar SBY.

SBY menegaskan selama 5 tahun, dia telah berjuang melakukan pemberantasan korupsi. “Satu kepedulian, komitmen bahwa kita harus menyukseskan langkah pemberantasan korupsi. Tapi ada yang juga motifnya bukan itu. Tapi motif politik yang sesungguhnya tidak senantiasa atau selalu terkait dengan langkah pemberantasan korupsi,” urainya.

SBY mengungkapan adanya gerakan ini agar masyarakat tidak kaget bila kemudian menghadapi situasi tersebut. “Saya harus sampaikan seperti itu supaya tidak surprise. Apa pun yang ada di Jakarta, jangan mengganggu konsentrasi untuk menjalankan tugas kita untuk menyukseskan pembangunan dan dapat meningkatkan tugas kita,” tutupnya.

Kasus Bank Century masih terus menggelinding. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menengarai ada motivasi politik lain dalam kasus tersebut. “Saya juga mengetahui ada yang tidak selalu berkaitan dengan masalah dengan Bank Century. Tapi ada motivasi politik yang lain,” kata SBY saat membuka sidang kabinet di kantor Presiden, Jl Veteran, Jakarta, Jumat (4/12).

Di satu sisi, lanjut SBY, kalau memang motivasi politik itu bagian dari demokrasi, masih bisa ditoleransi. “Fine-fine saja. Sepanjang tentunya menghormati rule dan etika yang ditaati bersama,” tandasnya.

KOMPAK AKAN KERAHKAN 100 RIBU ORANG 9 DESEMBER
Tudingan Presiden SBY akan ada gerakan sosial pada 9 Desember di Jakarta dinilai sebagai tindakan paranoid. Tudingan itu dinilai sebagai intimidasi terhadap rencana aksi Hari Antikorupsi Internasional yang akan dilakukan pada 9 Desember. “SBY kok paranoid sekali. Ini ancaman halus kepada publik untuk tidak ikut aksi pada 9 Desember nanti,” kata koordinator Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi (Kompak) Fadjroel Rachman dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (4/12).

Fadjroel mengakui, pada 9 Desember mendatang Kompak akan mengkoordinasikan aksi besar memperingati Hari Antikorupsi yang digelar di Bundaran HI dan Monas. Dia menyebut aksi itu ditargetkan diikuti oleh 100 ribu massa.

Aksi ini juga digelar serempak di 33 provinsi. Dijelaskan Fadjroel, tujuan aksi adalah mengampanyekan gerakan Indonesia bersih korupsi.

“Tokoh agama, nasional, dan antikorupsi akan hadir. Siapa pun yang antikorupsi harus hadir. Termasuk SBY kalau mau hadir silakan,” jelasnya.

Dalam rapat paripurna di Istana Negara siang tadi, SBY mengutarakan akan ada gerakan sosial di Jakarta pada peringatan Hari Antikorupsi Sedunia pada 9 Desember.
“Saya juga mendapatkan informasi bahwa 9 Desember akan ada gerakan-gerakan sosial,” kata SBY.

Polda Metro Akan Perketat Pengamanan Demo
Polda Metro Jaya akan memperketat pengamanan demonstrasi menyusul tertangkapnya demonstran yang membawa bom Molotov di depan DPR. Langkah ini untuk menjamin keamanan peserta demo dan masyarakat.

“Pasti kita perketat pengamanannya,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Wahyono kepada wartawan usai Salat Jumat di Masjid Al-Kautsar, Jl Sudirman, Jaksel, Jumat (4/12).
Peningkatan pengamanan itu, lanjut Kapolda, dilakukan agar penyampaian aspirasi rakyat bisa tertib. Warga pun akan merasa lebih aman walaupun ada demonstrasi.

Selasa 1 Desember lalu, polisi menangkap Syahroni (24) di depan Gedung DPR, Senayan. Syahroni ditangkap karena kedapatan membawa 3 bom Molotov di tasnya saat berdemo.
Menyikapi peristiwa tersebut, Kapolda menyatakan situasi keamanan di Jakarta masih terkendali. “Semua masih under control,” tegasnya.

Kapolda mengatakan, pihaknya tidak akan melarang warga untuk berunjuk rasa. Namun Kapolda berharap agar unjuk rasa dilangsungkan dengan cara-cara yang tertib dan aman.
“Agar tidak kemasukan orang-orang seperti itu,” pungkasnya.

Antisipasi 9 Desember, Jalan yang Dilalui Demonstran Akan Diperketat
Polda Metro Jaya akan memperketat sejumlah arus jalan yang akan dilalui oleh pengunjuk rasa. Kondisi ini diterapkan menyusul pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal akan adanya gerakan sosial pada Rabu, 9 Desember mendatang.

“Polda Metro akan memperketat arus yang kemungkinan akan dilalui massa,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Boy Rafli Amar saat dihubungi wartawan, Jumat (4/12).
Namun Boy tidak menjelaskan jalan mana saja yang akan diperketat. “Baru diketahui dari pemberitahuan kelompok massa yang akan melakukan unjuk rasa. Diharapkan masuk hari Senin atau Selasa,” imbuh Boy.

Lebih lanjut Boy mengatakan, pengawasan akan dimulai dari titik perkumpulan para demonstran. “Sudah mulai diawasi di tempat berkumpul dan titik keberangkatan,” ujarnya. Dengan penerapan tersebut Boy berharap aktivitas di jalan raya di Jakarta tetap berjalan dengan lancar.

Selain itu, polisi juga akan meningkatkan kewaspadaan di sejumlah obyek vital pada 9 Desember mendatang. Tempat-tempat obyek vital tersebut akan diawasi oleh satuan pengamana obyek vital (Sam Obvit).“Seperti di kedutaan-kedutaan, di Gedung DPR/MPR dan tempat-tempat lembaga lainnya,” ujarnya sembari menambahkan pengamanan juga akan dibantu oleh jajaran Polsek setempat.Polda Metro Jaya: Siaga I? Nggak Juga

Polda Metro Jaya sudah mempersiapkan jajarannya menghadapi kemungkinan unjuk rasa besar-besaran pada peringatan Hari Antikorupsi Internasional 9 Desember. Tapi tidak ada pengamanan khusus terkait warning Presiden SBY tentang adanya aksi sosial yang membonceng.“Siaga I? Nggak juga. Kita memang meningkatkan pengamanan sampai ke tingkat polsek,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafly Amar di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Jumat (4/12).

Peningkatan pengamanan menjelang 9 Desember 2009, menurut Boy, merupakan prosedur rutin di hari-hari tertentu yang dinilai berpotensi untuk kegiatan unjuk rasa. Tingkat pengamanan pun berbeda-beda tergantung situasi yang dihadapi di lapangan.
“Jika ada 20 ribu ibu-ibu unjuk rasa mungkin kita cukup kerahkan 100 petugas dalmas. Tapi jika 50 orang unjuk rasa dan karakternya anarkis, tentu akan kita kerahkan lebih banyak lagi,” jelas Boy.
Dia menepis kemungkinan ancaman unjuk rasa 9 Desember 2009 berakhir seperti Mei 1998. Sebab saat ini paradigma yang masyarakat pahami sudah jauh berkembang, di samping adanya UU yang mengatur unjuk rasa yang wajib dipatuhi pengunjuk rasa dan polisi dalam melakukan pengamanan di lapangan.
“Setiap tindakan kita laksanakan secara terukur dan proporsional,” sambungnya.
Lebih lanjut perwira menengah Polri ini memaparkan kembali sejumlah rambu-rambu wajib dipatuhi kelompok mana pun yang hendak menggelar unjuk rasa. Tujuannya adalah menjaga situasi kondusif dan nyaman selama aksi berlangsung.
Pertama, secara tegas peserta unjuk rasa diminta untuk tidak membawa alat-alat yang membahayakan. Seperti senjata tajam, senjata api apa lagi bahan peledak.
Dua, menyampaikan pemberitahuan ke bagian Intelkam paling lambat H-1 aksi digelar. Pemberitahuan meliputi materi unjuk rasa, lokasi dan rute unjuk rasa, waktu aksi dan jumlah pesertanya.
“Prinsipnya harus ada 1 orang panggung jawab. Koordinator akan kita mintakan pertanggungjawaban jika berakhir anarkis,” wanti Boy.
Kepala BIN:
Hari Antikorupsi Tidak Akan Rusuh
Presiden SBY menyebutkan akan adanya gerakan besar-besaran pada Hari Antikorupsi 9 Desember mendatang. Badan Intelejen Nasional (BIN) menjamin aksi itu tidak akan rusuh.
“Hari antikorupsi kok rusuh. Tidak akan lah. Harus kita jaga agar tidak seperti itu,” kata Kepala BIN Sutanto di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (4/12).
Menurut Sutanto, pemberantasan korupsi adalah komitmen bersama. Hari Antikorupsi adalah ajang bersama masyarakat memperingati komitmen antikorupsi itu.
“Peringatan Hari Antikorupsi kan komitmen kita bersama,” lanjutnya.
Sutanto tidak menjelaskan soal rencana kemunculan tokoh-tokoh yang disebut SBY. Sementara Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri pun hanya menjawab singkat soal antisipasi pengamanan pada Hari Antikorupsi.
“Insya Allah, insya Allah,” ujarnya pendek.
Hariman Siregar: Pernyataan SBY Soal 9 Desember Bakar Situasi
Pernyataan Presiden SBY soal akan munculnya aksi gerakan sosial pada 9 Desember dikritik. Pernyataan itu tidak pantas diungkapkan SBY kepada publik.
“Itu justru membakar situasi. Pernyataan yang dilontarkan itu bisa ditangkap sebagai intimidasi, atau ketakutan. Pernyataan itu tidak taktis,” kata aktivis Hariman Siregar melalui telepon, Jumat (4/12).
Semestinya, SBY cukup membahas itu di kalangan penegak hukum, tidak disampaikan kepada khalayak luas.
“Cukup dibicarakan di komunitas intelijen. Tapi tidak tahu juga beliau ada strategi apa melontarkan ke masyarakat,” terang Hariman pentolan aksi 15 Januri 1974 (Malari) ini.
Bagaimana dengan akan adanya aksi besar-besaran dan munculnya tokoh-tokoh lama? “Pastinya itu bukan saya. Dan soal aksi, itu pasti ada tapi nggak akan besar,” tutupnya.
Seharusnya Presiden Jangan Buat Rakyat Takut
Pernyataan Presiden SBY mengenai akan munculnya gerakan sosial pada 9 Desember bertepatan dengan Hari Antikorupsi Internasional disayangkan. Semestinya sebagai kepala pemerintahan, SBY mengambil sikap yang menenangkan rakyat.
“Kalau Presiden ngomong gitu, itu membuat rakyat takut. Seharusnya Presiden kalau data tidak ada fakta jangan menakut-nakuti rakyat,” ujar pengamat kebijakan publik Prof Dr Sofyan Effendi melalui telepon, Jumat (4/12).
Sofyan yang juga mantan Rektor UGM ini menjelaskan, dia sejak 2 minggu lalu juga sudah mendapatkan SMS dan mendengar rumor akan terjadi sesuatu pada 9 Desember. Tapi menurutnya hanya sebatas itu saja.
“Sudah banyak SMS beredar seperti itu. Katanya ada pembunuhan politik dan sebagainya. Selayaknya SBY tidak membicarakan itu karena dengan berbicara itu berarti membenarkan isi SMS itu,” jelasnya.
Presiden seharusnya mengambil sikap bijak dengan menenangkan rakyat. “Ya kalau pun isu itu ditengarai benar, jangan Presiden yang berbicara. Tapi ini kan baru rumor, ngapain Presiden yang ngomong,” kritiknya.
Apa kira-kira motif pengungkapan warning itu? “Ya mungkin saja itu bagian dari strategi meraih simpati publik,” jawab Sofyan.
Sofyan yakin rumor gerakan 9 Desember hanya isapan jempol saja. “Saya pernah tanya kepada orang yang tahu proses seperti itu dan informasinya tidak akan sampai pada kerusuhan besar-besaran. Bangsa ini sudah cukup menderita. Lebih baik selesaikan saja perkara yang sudah jelas seperti kasus Anggodo Widjojo dan Century,” tutupnya. (detikcom/y)


My Notes:
Huahhhh... Capeeeee deeeeeh, dipimpin sama president yang doyan curhat sama public, mending c kao cuma curhat, tapi itumah bukan curhat tapi arogansi! Semoga aja orang-orang turun ke jalan pada tanggal 9 Desember 2009. HENTIKAN PENDERITAAN RAKYAT! (Kkalo bisa TURUNKAN SBY!)
»»  READMORE>>

Gerakan 2.5 Ton Koin Untuk Prita



Hukum di Indonesia memang belum atau mungkin tidak akan pernah memihak pada rakyat kecil. Masalah semangka, kakao, kasus Jenanto (pembawa 1 butir ekstasi) yang harus mendekam selamat 4 tahun, dan lain-lain adalah cermin bahwa keadilan seperti yang disampaikan mas Yusro di atas nyata belum memihak kepada rakyat. Keyataan hukum seperti itu seolah menjadi ruang, agar setiap orang di negeri ini jangan tanggung untuk berbuat jahat. Menjadi penjahat kecilkecilan resikonya bisa mati konyol, dipukulin massa dan kena denda ratusanjuta. tetapi menjadi penjahat kelas kakap, tidak akan celaka, bahkan mereka para penjahat kelas kakap ini, bisa membeli hukum dan keadilan. Sementara prita bukanlah penjahat, dia hanya orang kecil yang bercerita tentang kejahatan dan kemudian dituduh berbuat jahat atas dasardasar yang tidak masuk akal dan menyebalkan.

Masalah vonis Prita vs OMNI. Prita Mulyasari, terdakwa pencemaran nama baik Rumah Sakit Omni Internasional Alam Sutra, didenda Rp 204 juta. Itulah putusan Pengadilan Tinggi Banten dalam gugatan perdata yang diajukan RS Omni atas Prita.

Prita mengaku, putusan denda itu amat memberatkannya. "Uang itu terlalu besar bagi saya. Saya tidak bisa membayarnya," ujar Prita kepada wartawan saat mendaftarkan surat kuasa kasasi atas perkara perdata yang dituduhkan kepadanya di Pengadilan Negeri Tangerang, Jumat (4/12). Prita didampingi anggota tim penasihat hukumnya, Slamet Juwono. (Sumber)

Maka sebagai rasa empati atas masalah yang menimpa Prita tersebut, ada gerakan "Koin Peduli Prita" yang mengajak masyarakat khususnya para pengguna internet mengumpulkan uang koin untuk disumbangkan kepada Prita Mulyasari. Uang ini untuk membayar denda Prita kepada RS OMNI Internasional Alam Sutera yang bernilai Rp 204 juta. Berapa banyak ya koin yang harus dikumpulkan untuk uang sebanyak itu? "Sudah kita hitung-hitung kalau koinnya Rp 500-an butuh sekitar 2,5 ton," ujar Samsul, salah satu penggerak "Koin Peduli Prita".

Semua koin yang terkumpul nanti diserahkan dalam bentuk apa adanya kepada RS OMNI Internasional Alam Sutera jika memang denda tersebut harus dibayar Prita. Saat ini Prita dan pengacaranya tengah mengajukan kasasi atas putusan Pengadilan Tinggi Banten tersebut. Prita juga masih menghadapi kasus yang sama dengan gugatan pidana. @


My Notes:
Endableg! Edan! Jangan berharap Indonesia punya TIMNAS Sepakbola yang tangguh, selama keadilan masih berupa barang dagangan, ga nyambung ya? Emang
»»  READMORE>>

Surat Prita,Pintu Penjara, Ketidakadilan Dan Arogansi

http://justnurman.files.wordpress.com/2009/06/prita.jpg

Prita Mulyasari, ibu dua anak, mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang, Banten, gara-gara curhatnya melalui surat elektronik yang menyebar di internet mengenai layanan RS Omni Internasional Alam Sutera.

Kisah Prita bermula saat ia dirawat di unit gawat darurat RS Omni Internasional pada 7 Agustus 2008. Selama perawatan, Prita tidak puas dengan layanan yang diberikan. Ketidakpuasan itu dituliskannya dalam sebuah surat elektronik dan menyebar secara berantai dari milis ke milis.

Surat elektronik itu membuat Omni berang. Pihak rumah sakit beranggapan Prita telah mencemarkan nama baik rumah sakit tersebut beserta sejumlah dokter mereka. Seperti apakah surat Prita yang membawanya ke penjara?

Berikut ini adalah surat prita.


RS OMNI DAPATKAN PASIEN DARI HASIL LAB FIKTIF

Prita Mulyasari - suaraPembaca

Jangan sampai kejadian saya ini menimpa ke nyawa manusia lainnya. Terutama anak-anak, lansia, dan bayi. Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan.

Saya tidak mengatakan semua RS international seperti ini tapi saya mengalami kejadian ini di RS Omni International. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB. Saya dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala datang ke RS OMNI Internasional dengan percaya bahwa RS tersebut berstandar International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan manajemen yang bagus.

Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39 derajat. Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah trombosit saya 27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000. Saya diinformasikan dan ditangani oleh dr I (umum) dan dinyatakan saya wajib rawat inap. dr I melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000.

dr I menanyakan dokter specialist mana yang akan saya gunakan. Tapi, saya meminta referensi darinya karena saya sama sekali buta dengan RS ini. Lalu referensi dr I adalah dr H. dr H memeriksa kondisi saya dan saya menanyakan saya sakit apa dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam berdarah.

Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau izin pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa. Keesokan pagi, dr H visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam. Bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?). Saya kaget tapi dr H terus memberikan instruksi ke suster perawat supaya diberikan berbagai macam suntikan yang saya tidak tahu dan tanpa izin pasien atau keluarga pasien.

Saya tanya kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap masih sama dengan jawaban semalam bahwa saya kena demam berdarah. Saya sangat khawatir karena di rumah saya memiliki 2 anak yang masih batita. Jadi saya lebih memilih berpikir positif tentang RS dan dokter ini supaya saya cepat sembuh dan saya percaya saya ditangani oleh dokter profesional standard Internatonal.

Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang setiap suntik tidak ada keterangan apa pun dari suster perawat, dan setiap saya meminta keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Lebih terkesan suster hanya menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya. Satu boks lemari pasien penuh dengan infus dan suntikan disertai banyak ampul.

Tangan kiri saya mulai membengkak. Saya minta dihentikan infus dan suntikan dan minta ketemu dengan dr H. Namun, dokter tidak datang sampai saya dipindahkan ke ruangan. Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa. Setelah dicek dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr H saja.

Esoknya dr H datang sore hari dengan hanya menjelaskan ke suster untuk memberikan obat berupa suntikan lagi. Saya tanyakan ke dokter tersebut saya sakit apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan berarti bukan kena demam berdarah. Tapi, dr H tetap menjelaskan bahwa demam berdarah tetap virus udara. Saya dipasangkan kembali infus sebelah kanan dan kembali diberikan suntikan yang sakit sekali.

Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya terserang sesak napas selama 15 menit dan diberikan oxygen. Dokter jaga datang namun hanya berkata menunggu dr H saja.

Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus. Padahal tangan kanan saya pun mengalami pembengkakan seperti tangan kiri saya. Saya minta dengan paksa untuk diberhentikan infusnya dan menolak dilakukan suntikan dan obat-obatan.

Esoknya saya dan keluarga menuntut dr H untuk ketemu dengan kami. Namun, janji selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari. Suami dan kakak-kakak saya menuntut penjelasan dr H mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab awal yang 27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam riwayat hidup saya belum pernah terjadi. Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri.

dr H tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan. Dokter tersebut malah mulai memberikan instruksi ke suster untuk diberikan obat-obatan kembali dan menyuruh tidak digunakan infus kembali. Kami berdebat mengenai kondisi saya dan meminta dr H bertanggung jawab mengenai ini dari hasil lab yang pertama yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja. dr H menyalahkan bagian lab dan tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan.

Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher kanan saya juga mulai membengkak dan panas kembali menjadi 39 derajat. Namun, saya tetap tidak mau dirawat di RS ini lagi dan mau pindah ke RS lain. Tapi, saya membutuhkan data medis yang lengkap dan lagi-lagi saya dipermainkan dengan diberikan data medis yang fiktif.

Dalam catatan medis diberikan keterangan bahwa bab (buang air besar) saya lancar padahal itu kesulitan saya semenjak dirawat di RS ini tapi tidak ada follow up-nya sama sekali. Lalu hasil lab yang diberikan adalah hasil thrombosit saya yang 181.000 bukan 27.000.

Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah 181.000. Kepala lab saat itu adalah dr M dan setelah saya komplain dan marah-marah dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut ada di Manajemen Omni. Maka saya desak untuk bertemu langsung dengan Manajemen yang memegang hasil lab tersebut.

Saya mengajukan komplain tertulis ke Manajemen Omni dan diterima oleh Og(Customer Service Coordinator) dan saya minta tanda terima. Dalam tanda terima tersebut hanya ditulis saran bukan komplain. Saya benar-benar dipermainkan oleh Manajemen Omni dengan staff Og yang tidak ada service-nya sama sekali ke customer melainkan seperti mencemooh tindakan saya meminta tanda terima pengajuan komplain tertulis.

Dalam kondisi sakit saya dan suami saya ketemu dengan manajemen. Atas nama Og (Customer Service Coordinator) dan dr G (Customer Service Manager) dan diminta memberikan keterangan kembali mengenai kejadian yang terjadi dengan saya.

Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya meminta surat pernyataan dari lab RS ini mengenai hasil lab awal saya adalah 27.000 bukan 181.000. Makanya saya diwajibkan masuk ke RS ini padahal dengan kondisi thrombosit 181.000 saya masih bisa rawat jalan.

Tanggapan dr G yang katanya adalah penanggung jawab masalah komplain saya ini tidak profesional sama sekali. Tidak menanggapi komplain dengan baik. Dia mengelak bahwa lab telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr M informasikan ke saya. Saya minta duduk bareng antara lab, Manajemen, dan dr H. Namun, tidak bisa dilakukan dengan alasan akan dirundingkan ke atas (Manajemen) dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4 sore.

Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam kondisi saya dimasukkan dalam ruangan isolasi karena virus saya ini menular. Menurut analisa ini adalah sakitnya anak-anak yaitu sakit gondongan namun sudah parah karena sudah membengkak. Kalau kena orang dewasa laki-laki bisa terjadi impoten dan perempuan ke pankreas dan kista.

Saya lemas mendengarnya dan benar-benar marah dengan RS Omni yang telah membohongi saya dengan analisa sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami sesak napas. Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS yang baru ini dan memang saya tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi sehingga terjadi sesak napas.

Suami saya datang kembali ke RS Omni menagih surat hasil lab 27.000 tersebut namun malah dihadapkan ke perundingan yang tidak jelas dan meminta diberikan waktu besok pagi datang langsung ke rumah saya. Keesokan paginya saya tunggu kabar orang rumah sampai jam 12 siang belum ada orang yang datang dari Omni memberikan surat tersebut.

Saya telepon dr G sebagai penanggung jawab kompain dan diberikan keterangan bahwa kurirnya baru mau jalan ke rumah saya. Namun, sampai jam 4 sore saya tunggu dan ternyata belum ada juga yang datang ke rumah saya. Kembali saya telepon dr G dan dia mengatakan bahwa sudah dikirim dan ada tanda terima atas nama Rukiah.

Ini benar-benar kebohongan RS yang keterlaluan sekali. Di rumah saya tidak ada nama Rukiah. Saya minta disebutkan alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali dan membutuhkan waktu yang lama. LOgkanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas surat tertujunya ke mana kan? Makanya saya sebut Manajemen Omni pembohon besar semua. Hati-hati dengan permainan mereka yang mempermainkan nyawa orang.

Terutama dr G dan Og, tidak ada sopan santun dan etika mengenai pelayanan customer, tidak sesuai dengan standard international yang RS ini cantum.

Saya bilang ke dr G, akan datang ke Omni untuk mengambil surat tersebut dan ketika suami saya datang ke Omni hanya dititipkan ke resepsionis saja dan pas dibaca isi suratnya sungguh membuat sakit hati kami.

Pihak manajemen hanya menyebutkan mohon maaf atas ketidaknyamanan kami dan tidak disebutkan mengenai kesalahan lab awal yang menyebutkan 27.000 dan dilakukan revisi 181.000 dan diberikan suntikan yang mengakibatkan kondisi kesehatan makin memburuk dari sebelum masuk ke RS Omni.

Kenapa saya dan suami saya ngotot dengan surat tersebut? Karena saya ingin tahu bahwa sebenarnya hasil lab 27.000 itu benar ada atau fiktif saja supaya RS Omni mendapatkan pasien rawat inap.

Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000 adalah fiktif dan yang sebenarnya saya tidak perlu rawat inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa langsung tertangani dengan baik.

Saya dirugikan secara kesehatan. Mungkin dikarenakan biaya RS ini dengan asuransi makanya RS ini seenaknya mengambil limit asuransi saya semaksimal mungkin. Tapi, RS ini tidak memperdulikan efek dari keserakahan ini.

Sdr Og menyarankan saya bertemu dengan direktur operasional RS Omni (dr B). Namun, saya dan suami saya sudah terlalu lelah mengikuti permainan kebohongan mereka dengan kondisi saya masih sakit dan dirawat di RS lain.

Syukur Alhamdulilah saya mulai membaik namun ada kondisi mata saya yang selaput atasnya robek dan terkena virus sehingga penglihatan saya tidak jelas dan apabila terkena sinar saya tidak tahan dan ini membutuhkan waktu yang cukup untuk menyembuhkan.

Setiap kehidupan manusia pasti ada jalan hidup dan nasibnya masing-masing. Benar. Tapi, apabila nyawa manusia dipermainkan oleh sebuah RS yang dipercaya untuk menyembuhkan malah mempermainkan sungguh mengecewakan.

Semoga Allah memberikan hati nurani ke Manajemen dan dokter RS Omni supaya diingatkan kembali bahwa mereka juga punya keluarga, anak, orang tua yang tentunya suatu saat juga sakit dan membutuhkan medis. Mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang saya alami di RS Omni ini.

Saya sangat mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca adalah karyawan atau dokter atau Manajemen RS Omni. Tolong sampaikan ke dr G, dr H, dr M, dan Og bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi perusahaan Anda. Saya informasikan juga dr H praktek di RSCM juga. Saya tidak mengatakan RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini.


Salam,
Prita Mulyasari
Alam Sutera

My Notes:
Ck ck ckc ck... lebay amat neh Omni Internasional Hospital. Bersabarlah Prita, dengan kekuatan Bulan dan Bintang, kami akan membantumu. LAWAN!
»»  READMORE>>

3.12.09

Windows 7 TuneUpSuite 4.7.1024.

http://img.brothersoft.com/screenshots/softimage/w/windows_7_tuneupsuite-289947-1253411711.jpeg


Windows 7 TuneUpSuite is your all-purpose tool for better PC maintenance and security. Plus, it protects your computer from system crashes, repairs and maintains your PC health, removes unneeded Internet clutter, regains valuable disk space, cleans your registry and tweak windows to perform better.Here is a list of tools included in suite: Registry CleanerRegistry Cleaner is a powerful registry cleaner and registry optimizer, it speeds up your PC by cleaning your Windows Registry. It removes the junk that accumulates in your Windows Registry. With Registry Cleaner you just need a few mouse clicks and your computer can become as good as a brand new computer.

Registry DefragmenterThe Windows Registry grows as data is added to it, but it never shrinks when data is removed. A bloated registry with a lot of empty space in it can slow down the boot time as well as performance as whole. Registry Defragmenter will rebuild and re-index your registry to eliminate structural mistakes and corruption. Junk Files CleanerJunk Files Cleaner locates junk files in your system. By deleting junk files, it increases available disk space and improves system performance.
Duplicate Files Finder Duplicate Files Finder is a powerful tool to free up hard disk space by removing unnecessary duplicate files such as music, video, pictures, etc. Disk Space AnalyzerDisk Space Analyzer is an easy to use program that can help you to analyze disk space usage. It shows directory tree along with the size information (including graphical diagrams). You can use Disk Space Analyzer to easily explore and analyze disk and search for duplicated files on your disks.

Smart UninstallerSmart Uninstaller is an innovative uninstalling utility with many cleaning tools included. Service ManagerService Manager offers interactive way to configure services and drivers. Startup ManagerTake control of the programs that are loaded during Windows startup.

»»  READMORE>>

24.11.09

Memasang Widget Translator

Widget Translator berguna untuk menerjemahkan teks di dalam blog dari satu bahasa ke bahasa yang lain. Singkat kata, Widget TRanslator memudahkan pengunjung blog untuk menerjemahkan bahasa blog kamu ke bahasa yang diinginkan oleh pengunjung. Widget ini alhamdulillah sudah support untuk bahasa Indonesia.

Buat kamu yang kepengen buat widget ini di blog, caranya adalah sebagai berikut:

1. Login ke Blogger trus pilih menu "LAY OUT / TATA LETAK"
2. Kemudian klik pada "ADD GADGET / Tambah Gadget"
3. Jangan lupa pilih "HTML/Javascript"
4. Masukkan script berikut kedalamnya

Cara 1
<script src="http://www.gmodules.com/ig/ifr?url=http://www.google.com/ig/modules/translatemypage.xml&up_source_language=id&w=160&h=60&title=&border=&output=js"></script>

Cara 2
<style>
.google_translate img {
filter:alpha(opacity=100);
-moz-opacity: 1.0;
opacity: 1.0;
border:0;
}
.google_translate:hover img {
filter:alpha(opacity=30);
-moz-opacity: 0.30;
opacity: 0.30;
border:0;
}
.google_translatextra:hover img {
filter:alpha(opacity=0.30);
-moz-opacity: 0.30;
opacity: 0.30;
border:0;
}
</style>

<div>

<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="English" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cen&hl=en'); return false;"><img alt="English" border="0" align="absbottom" title="English" height="32" src="http://lh6.ggpht.com/_pt7i0nbIOCY/SWwjycGEnLI/AAAAAAAAA1o/7p6S3-tipsA/English_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>
<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="French" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cfr&hl=en'); return false;"><img alt="French" border="0" align="absbottom" title="French" height="32" src="http://lh3.ggpht.com/_pt7i0nbIOCY/SWwj1AdOWZI/AAAAAAAAA1w/lWUkGNrOFYo/French_thumb%5B5%5D.png?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>
<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="German" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cde&hl=en'); return false;"><img alt="German" border="0" align="absbottom" title="German" height="32" src="http://lh5.ggpht.com/_pt7i0nbIOCY/SWwj4Ab0NaI/AAAAAAAAA14/3H56LPKtijA/German_thumb%5B1%5D.png?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>
<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Spain" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Ces&hl=en'); return false;"><img alt="Spain" border="0" align="absbottom"
title="Spain" height="32" src="http://lh3.ggpht.com/_pt7i0nbIOCY/SWwj8KhadjI/AAAAAAAAA2A/GNyl8VBie3o/Spain_thumb%5B1%5D.png?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>

<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Italian" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cit&hl=en'); return false;"><img alt="Italian" border="0" align="absbottom" title="Italian" height="32" src="http://lh3.ggpht.com/_pt7i0nbIOCY/SWwj-14HeyI/AAAAAAAAA2I/TN52dIqkO9Q/Italian_thumb%5B1%5D.png?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>
<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Dutch" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cnl&hl=en'); return false;"><img alt="Dutch" border="0" align="absbottom" title="Dutch" height="32" src="http://lh5.ggpht.com/_pt7i0nbIOCY/SWwkBmKewNI/AAAAAAAAA2Q/43NEAnyNo1I/Dutch_thumb%5B1%5D.png?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>
<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Russian" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cru&hl=en'); return false;"><img alt="Russian" border="0" align="absbottom" title="Russian" height="32" src="http://lh4.ggpht.com/_pt7i0nbIOCY/SWwkESa-0pI/AAAAAAAAA2Y/i0X4cKgxq3g/Russian_thumb%5B1%5D.png?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>
<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Portuguese" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cpt&hl=en'); return false;"><img alt="Portuguese" border="0" align="absbottom" title="Portuguese" height="32" src="http://lh4.ggpht.com/_pt7i0nbIOCY/SWwkG0osjzI/AAAAAAAAA2g/_kM2A16R_Ho/Portuguese_thumb%5B1%5D.png?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>
<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Japanese" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cja&hl=en'); return false;"><img alt="Japanese" border="0" align="absbottom" title="Japanese" height="32" src="http://lh5.ggpht.com/_pt7i0nbIOCY/SWwkJ6RBJAI/AAAAAAAAA2o/lpsTh893J3k/Japanese_thumb%5B1%5D.png?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>
<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Korean" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cko&hl=en'); return false;"><img alt="Korean" border="0" align="absbottom" title="Korean" height="32" src="http://lh4.ggpht.com/_pt7i0nbIOCY/SWwkMouNMKI/AAAAAAAAA2w/L5l6J-Hh8XA/Korean_thumb%5B1%5D.png?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>

<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Arabic" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Car&hl=en'); return false;"><img alt="Arabic" border="0" align="absbottom" title="Arabic" height="32" src="http://lh5.ggpht.com/_pt7i0nbIOCY/SWwkPdkvXBI/AAAAAAAAA24/A1LSG1lcuac/Arabic_thumb%5B1%5D.png?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>
<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Chinese Simplified" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Czh-CN&hl=en'); return false;"><img alt="Chinese Simplified" border="0" align="absbottom" title="Chinese Simplified" height="32" src="http://lh6.ggpht.com/_pt7i0nbIOCY/SWwkSgrv4ZI/AAAAAAAAA3A/jQqZ1l6avts/Chinese-Simplified_thumb%5B1%5D.png?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>
</div> <div 0px 0pxâ&#65533;&#65533; style="â&#65533;&#65533;font-size:10px;margin:8px" 3px></div>


Kode yang pertama, akan menghasilkan widget berupa box putih dari google. Widget ke dua akan menghasilkan widget dengan tamilan bendera-bendera :D. Cobian weh olangan. Silahkan dipilih-dipilih! (Tulisan Cara 1 dan Cara 2 jangan dicopy yah) Have Fun :D
»»  READMORE>>